Kamis, 21 Maret 2019

Teknologi Kapal Laut: Sejarah Dan Perkembangannya


TEKNOLOGI KAPAL LAUT: SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA

Kapal laut adalah alat transportasi yang bergerak di laut. Alat transportasi ini digunakan sejak zaman purba, ketika nenek moyang kita menjelajah menyusuri sungai menggunakan rakit. Meski terbilang tua, pengembangan teknologi kapal laut masih terus dilakukan. Maklum, dua pertiga luas bumi berupa air. Jadi, alat transportasi yang dapat mengarungi perairan sangat dibutuhkan.
 


Di zaman modern ini, kapal laut sudah semakin canggih. Kapal laut dilengkapi mesin bertenaga tinggi sehingga dapat melaju dengan cepat. Desainnya pun dibuat begitu mewah dan megah, dilengkapi fasilitas-fasilitas yang memanjakan penumpangnya. Namun tahukah kamu bagaimana kapal laut dapat berkembang dari sebuah rakit di zaman purba menjadi sarana transportasi modern seperti sekarang ini? Tingkat perkembangan kapal yang semakin maju sehingga membuat kapal yang semula hanya berbentuk sederhana , kini berubah menjadi bentuk yang lebih kompleks.

SEJARAH



Literatur menerangkan, perahu yang dikenal pertama kali muncul pada masa Neolitikum, sekira 10.000 tahun yang lalu. Kapal-kapal awal ini memiliki fungsi yang terbatas, mereka dapat bergerak di atas air.

Kapal tersebut terutama digunakan untuk berburu dan memancing. Kano tertua yang ditemukan arkeolog sering dibuat dari batang pohon coniferous, menggunakan peralatan batu sederhana.

Agar tidak tersesat, pada masa lalu kapal berlayar tidak jauh dari benua atau daratan. Sesuai dengan perkembangan akhirnya para awak kapal menggunakan bintang sebagai alat bantu navigasi dengan alat bantu berupa kompas dan astrolabe peta.

Penemuan jam pasir oleh orang-orang Arab turut mendukung navigasi ditambah dengan penemuan jam oleh John Harrison pada abad ke-17. Selain itu, penemuan telegraf oleh S.F.B Morse dan radio oleh C. Marconi, terlebih penggunaan radar dan sonar yang ditemukan pada abad ke 20 tampaknya mempengaruhi peran navigator.
Menjelang akhir abad ke-20, navigasi dipermudah oleh teknologi GPS, yang lebih modern dengan bantuan satelit.

Sekira 3.000 tahun sebelum masehi, orang Mesir Kuno telah mengetahui bagaimana merakit papan kayu ke dalam lambung kapal. Mereka menggunakan tali pengikat untuk merapatkan papan.

Alang-alang dan rumput di antara papan itu membantu menguatkan. Sejarawan dan ahli geografi Yunani, Agatharchides telah mendokumentasikan pembajakan kapal di antara orang-orang mesir awal selama masa Kerajaan Raya yang sejahtera antara abad ke-30 dan abad ke-25 sebelum masehi.

Pada abad ke-14 hingga abad ke-18, teknologi navigasi masih tetap primitif. Ketiadaan teknologi ini tidak menghalangi beberapa peradaban untuk menjadi penguasa laut. Contohnya termasuk republik maritim Genoa dan Venesia, Hanseatic League, dan angkatan laut Bizantium.  Sementara itu, orang-orang Viking menggunakan knarrs (semacam perahu) mereka untuk menjelajahi Amerika Utara, berdagang di Laut Baltik dan menjarah banyak wilayah pesisir Eropa Barat.

Selama paruh pertama abad ke-18, Angkatan Laut Prancis mulai mengembangkan jenis kapal baru yang dikenal sebagai kapal garis, yang menampilkan tujuh puluh empat senjata. Jenis kapal ini menjadi tulang punggung semua armada Eropa.

Kapal-kapal ini memiliki ukuran panjang 56 meter (184 kaki) dan bangunannya membutuhkan 2.800 pohon ek dan tali sepanjang 40 kilometer (25 mi). Mereka membawa sekira 800 pelaut dan tentara.  Kemudian pada abad ke-19, kapal layar yang sangat cepat muncul dan teknologi kapal uap yang memiliki efisiensi bahan bakar yang baik dan pembukaan Suez dan Panama Canals.

Desain kapal tetap tidak berubah sampai akhir a bad ke-19. Revolusi industri, metode penggerak mekanis baru, dan kemampuan untuk membuat kapal dari logam memicu ledakan dalam desain kapal.

Faktor-faktor yang menjadi pemicu evolusi kapal itu antara lain, kebutuhan kapal yang lebih efisien, akhir konflik maritim yang telah lama berjalan serta peningkatan kapasitas keuangan kekuatan industri menciptakan kapal yang lebih khusus. Kapal yang dibangun untuk fungsi yang sama sekali baru, seperti pemadam kebakaran, penyelamatan, dan penelitian, juga mulai muncul.

PERKEMBANGAN KAPAL LAUT
Seiring perkembangan zaman kapal pun mengalami perkembangan yang kemudian dibedakan dalam beberapa jenis kapal

1. Kapal Kano
 


Kano merupakan nenek moyangnya kapal laut. Kapal laut generasi pertama ini masih sangat sederhana. Manusia purba biasa menggunakan kano atau rakit untuk menyeberangi sungai atau danau. Kano biasanya terbuat dari batang pohon.

2. Kapal layar
Kapal layar adalah sebuah kapal besar yang bergerak dengan menggunakan layar yang memanfaatkan tenaga angin sebagai pendorongnya. Konstruksi Kapal ini umumnya  terbuat dari kayu dan cukup lama digunakan sebagai tulang pungung pelayaran baik bersifat sipil maupun militer sampai penemuan mesin uap dan kapal besi/baja pada abad ke 19 seiring dengan ramainya Revolusi Industri yang dipelopori oleh Inggris melalui penemuan mesin uap oleh James Watt. Kapal layar ini akan berkecepatan tinggi apabila semakin kencang angina yang berhembus. Tapi apabila ada badai , layar dari kapal tersebut pun mungkin bisa sobek karena tidak kuat menahan kuatnya angin. Pada awalnya, kapal layar digerakkan oleh tenaga manusia dan layar.

Model dari kapal jenis ini dapat dilihat pada kapal viking, kapal Mesir Kuno, kapal Romawi Kuno, dan kapal yang dipakai oleh para penjelajah pulau atau kapal perompak
(bajak laut). Pada masa kini umumnya kapal layar dilengkapi dengan mesin tempel untuk menghadapi kemungkinan tidak bertiupnya angin pada daerah daerah tertentu agar tetap melanjutkan perjalanannya. Seiring dengan perkembangan, maka digunakan kapal layar bercadik seperti yang dijumpai di Indonesia, Kapal dengan menggunakan layar segitiga seperti yang dijumpai di Timur Tengah dan Kapal layar segi empat yang digunakan oleh Bangsa bangsa Eropa menjelang memasuki abad penjelajahan, Serta kapal layar lipat dengan model yang dijumpai di Jepang ataupun China.

Kapal layar tradisional bangsa Mesir dibuat sekitar tahun 3500 SM pada era Kerajaan Lama. Kapal ini digunakan untuk mengarungi Sungai Nil. Perahu Mesir adalah perintis kapal-kapal laut modern saat ini. Perahu ini sudah memiliki rangka yang terbuat dari kayu dan sanggup mengangkut hingga 20 penumpang. Menurut catatan sejarah, bangsa Mesir merupakan bangsa yang pertama kali menggunakan kapal sebagai alat untuk perniagaan sekitar tahun 6000 SM. Pada waktu itu Mesir memperdagangkan gandumnya ke kawasan Libanon yang menghasilkan tekstil untuk bahan pakaian. Yang dibuat dari kayu sejenis pohon cemara, memakai tenaga layar sertabeberapa orang pendayung. Kapal jenis ini pada waktu itu berlayar sangat cepat serta lebih mudah dari kapal layar biasa. Pada kedua sisi kapal, terdapat sederetan tempat duduk bagi para pendayung. Bangsa Punisia terkenal sangat berani melakukan pelayaran ke negara-negara lain sehingga perdagangan sangat ramai dan juga penyebaran ilmu.




Bangsa Phoenix, selain sudah mampu membangun kapal dagang, juga mampu membuat kapal perang Perahu Phoenix (2000 SM). Kapal buatan bangsa Phoenix digerakkan dengan layar dan dayung. Dengan kapal ini, mereka sanggup berlayar melintasi Inggris hingga Afrika.

Perahu Romawi (5 M). Perahu Romawi yang dikenal dengan Galiun (Inggris: Galleon) memiliki ukuran yang besar dengan layar yang besar pula. Galiun Romawi juga bergerang dengan bantuan tenaga dari ratusan pendayung untuk meningkatkan kecepatan ketika bertempur.



Perahu Viking (800 M). Bangsa Viking terkenal sebagai pelaut yang tangguh. Perahu yang dipakai bangsa ini disebut Longship. Kapal ini terbuat dari kayu yang kuat dengan 12 plang dari masing-masing sisinya, panjangnya 70 kak(21 meter) dan hampir 17 kaki (5,1 meter) sepanjang rangka tengah uatamanya. Kapal ini membawa 30 pendayung dan satu layar yang dipasang pada salah satu tiangnya. Kapal yang sudah cukup baik dikala masa itu. Saat kapal ini ditemukan sekitar tahun 1904, didapati kerangka ratu Viking didalamnya, tetapi fakta tersebut tidak mengherankan mengingat bangsa Viking dikenal selalu melakukan upacara pemakaman yang megah dan mewah bagi para pejuang mereka di lautan.
 


Kapal layar tradisional Cina bernama Junk. Junk mulai dikembangkan pada masa Dinasti Han (206 SM - 220 M) dan digunakan pada awal abad ke 2 masehi. Seiring bergantinya dinasti di Cina, kapal Junk sering melakukan perjalanan laut keliling Asia. Kegunaan Junk antara lain, sebagai kapal penumpang antar pulau, kapal pengantar barang, kapal pribadi milik kerajaan, dan kapal perang. Sampai sekarang, Junk masih banyak digunakan oleh beberapa masyarakat Cina, terutama di Hong Kong. Kapal Junk yang pernah singgah di Indoesia adalah Junk milik Laksamana Cheng Ho. Kapal Laksamana Cheng Ho diyakini pernah mengunjungi kurang lebih 30 negara di benua Asia dan Afrika, salah satunya Indonesia. Yang lebih mencengangkan lagi, ukuran kapal Laksamana Cheng Ho jauh lebih besar dari kapal Santa Maria milik Colombus. Sedangkan perahu Yung (Sekitar 800 M) yang memiliki dua layar, salah satunya besar dan satunya lagi kecil. Perahu ini sangat lincah karena ukurannya tidak terlalu besar.
 


Caravelle (Abad 14).Caravelle adalah kapal layar yang dikembangkan oleh bangsa Spanyol dan Portugal. Kapal ini mampu menjelajah dunia,Bahkan Christoper Columbus berlayar ke benua Amerika dengan menaiki kapal ini. Spanyol dan Portugis merupakan negara- negara yang mampu menciptakan kapal-kapal diantaranya adalah Tiga kapal yang paling terkenal dalam sejarah adalah kapal yang mengangkut Christoper Columbus kedalam dunia baru tahun 1492 yaitu Santa Maria, Ninna, Pinta.

Diyakini Santa Maria adalah carevel (kapal penjelajah) seberat 100 ton. Kapal penjelajah ini awalnya memiliki dua tiang utama yang disangga denga tiang latten atau tiang layar. Santa Maria merupakan kapal utama Columbus. Kapal itu diyakini sebagai careval bertiang tiga yang berlayar di lautan yang dengan panjang 95 kaki(30 meter), yang lebih besar jika dibandingkan dengan kapal-kapal yang ada pada saat itu.pada tanggal 3 Agustus 1942, Santa Maria, Nina, dan Pinta berangkat dari Palos.

Columbus mencari rute baru menuju Asia, tetapi sebaliknya ia menemukan dunia baru. Dan mendarat pada tanggal 12 Oktober yang pada saat itu diberi nama Bahama.
 


Kapal Layar (Abad 16 sampai 18). Negara-negara di Eropa banyak membangun kapal dengan layar besar seperti ini. Laksamana Nelson dari Inggris memakai kapal jenis ini, yaitu HMS Victory dalam pertempuran laut Trafalgar antara Inggris dan Perancis.Adapun kapal layar yang digunakan untuk perang. Kapal perang padabawalnya menggunakan layar dan pendayung. Kapal perang ini sangat sederhana dan pertempurannya menggunakan pedang dan tombak dalam jarak dekat. Selain itu, kapal dilengkapi dengan alat pendobrak yang dipasang pada bagian haluan kapal.

Sehingga, kapal tersebut, dengan kekuatan pendayung ditabrakkan pada kapal lawan sehingga bocor dan tenggelam. Kapal ini kemudian dikenal sebagai Galley. Selain Galley, pada masa itu , bangsa Viking dari Skandinavia memakai kapal yang dikenal sebagai "Viking Longship". Selain menggunakan pendobrak pada haluan kapal, pada kapal tertentu menggunakan penyembur api, yang dikenal kemudian dikenal sebagai "api Yunani", dan pada masa peperangan antara Romawi-Karthago, kapal-kapal Romawi dilengkapi dengan jembatan yang disebut dengan Corvus.
 


Clipper (Abad 19). Clipper adalah kapal layar khas Amerika di pertengahan abad ke- 19. Clipper terkenal karena mampu melaju dengan cepat di laut karena memiliki banyak layar.
 


Dalam perkembangan selanjutnya, kapal dilengkapi dengan bangunan di tempat yang agak tinggi sebagai pemanah, yang pada perkembangan selanjutnya dikenal sebagai bridge atau anjungan, yang nantinya berfungsi sebagai pusat komando. Selain bridge, kapal juga dilengkapi castle atau semacam benteng pada haluan dan buritan kapal. Tujuannya adalah agar para pemanah lawan tidak dapat melumpuhkan kapal baik dari haluan kapal maupun buritan kapal. Dari konsep inilah, kapal kemudian dipertebal dan diperkuat. Konsep ini diterapkan diawali oleh Angkatan Laut Kerajaan di kawasan Eropa Utara.

3. Kapal Uap
 


Setelah pembuatan kapal layar makin berkembang dan kebutuhan berlayar yang lebih cepat mulai dirasakan, kapal uap kemudian menjadi primadona transportasi baru. Kapal uap atau yang disebut juga sebagai a steamer, adalah kapal yang digerakkan dengan tenaga uap yang menggerakkan propeler ataupun roda kayuh. Kapal uap mulai digunakan setelah ditemukannya mesin uap di Inggris oleh James Watt yang memunculkan revolusi industri yang juga merupakan revolusi bahan bakar sebab pada masa itu mulai digunakan batu bara dengan skala yang lebih luas menggantikan kayu bakar. Cara kerja mesin uap pada kapal tersebut adalah dengan mengandalkan mesin uap yang menggerakkan roda kayuh yang ada di buritan. Gerakan roda tersebut menyebabkan kapal bisa terdorong dengan lebih kencang.

Claude de Juffroy (1751–1832) membuat model kapal uap pertama di dunia. Tahun 1774, ia dan rekan-rekannya mendemonstrasikan kapal buatannya Palmipede yang mengarungi Sungai Doubs di hadapan Napoleon Bonaparte. Demonstrasi Palmipede berjalan sukses.

Seiring dengan berjalannya waktu, mesin uap dikembangkan untuk keperluan perang. Galangan kapal di Toulon, Perancis, membuat sebuah kapal perang yang fenomenal dalam sejarah perkapalan. Le Napoleon (The Napoleon) adalah kapal perang perang pertama di dunia yang menggunakan mesin uap sebagai penggerak utamanya selain layar. Sejak peluncurannya di tahun 1850, Le Napoleon telah mewakili 9 nama kelas kapal perang dalam AL Perancis. Keberhasilan Le Napoleon akhirnya ditiru oleh galangan kapal di negara Eropa.

Ironclad adalah kapal perang bertenaga uap yang dikembangkan pada abad 19. Kapal ini dilapisi oleh plat besi tebal. Ironclad pertama adalah La Gloire dari AL Perancis pada
November 1859. Memasuki abad 20, angkatan laut dunia meyadari bahwa mereka membutuhkan kapal perang yang baru. Ironclad sudah dianggap ketinggalan jaman. Tahun 1906, inovasi itu lahir dari Angakat Laut Inggris. HMS Dreadnought menandai revolusi kapal perang dunia. Kemunculannya merupakan pertanda perkembangan teknologi perkapalan sudah sangat maju. Laksamana Sir John "Jackie" Fisher diberi titel sebagai "Bapak Dreadnought". Dreadnought menjadi kapal perang pertama yang memiliki batere kanon utama pada zamannya. Ia juga merupakan kapal perang pertama yang menggunakan mesin uap turbin, sehingga menjadikan Dreadnought sebagai kapal tercepat di masanya.

4.Kapal Diesel


Tahun 1892, Rudolf Diesel mendapat hak paten atas ciptaannya, mesin diesel. Beberapa tahun kemudian, mesin diesel mulai merambat ke dunia perkapalan. Kapal tanker dari Rusia bernama Vandal menandai lahirnya era baru dalam industri perkapalan. Vandal merupakan kapal laut pertama yang menggunakan mesin diesel sebagai penggerak utamanya. Perjalanan perdana Vandal dimulai di perairan Volga- Baltic dan mesin diesel yang dipakai untuk pembuatan kapal menjadi tren baru di industry perkapalan. Tahun 1920-an, USS Tennesse menjadi kapal pertama yang menggunakan mesin turbin elektrik. Mesin turbin elektrik kelak akan digunakan seterusnya sebagai mesin utama dalam pembuatan kapal. Hampir semua kapal perang bertenaga uap langsung di tiadakan, dan diganti dengan kapal bermesin diesel yang memiliki banyak keuntungan.
Tahun 1930, lahirlah tiga kapal tempur kelas pocket battleship dari galangan kapal Jerman. Sekedar informasi, pocket battleship adalah jenis kapal perang (battleship) yang berat tonasenya tidak melampaui standar berat tonase battleship (sekitar 40.000-an ton).

Biasanya, pocket battleship memiliki bobot yang ringan, ada yang dibawah 10.000 ton tetapi ada juga yang tepat atau justru kelebihan walaupun sedikit. Pocket battleship menjadi siasat industri kapal Jerman untuk terus membuat armada tempurnya. Tiga kapal pocket battleship itu ialah, Admiral Graf Spee, Deutchland, dan Admiral Scheer.

Kapal-kapal di masa depan semakin modern. Kapal modern yang akan banyak digunakan di masa depan yaitu kapal induk, kapal selam bertenaga nuklir, hovercraft, hydrofoil, dan jetfoil.

5. Kapal Selam
 


Sejarah perancangan kapal selam dimulai pada tahun 1578 oleh seorang ahli matematika bernama William Bourne. Ia merancang sebuah kapal yang dilapisi oleh kulit yang kedap air, namun hal tersebut tidak dapat diwujudkan. Kemudian pada tahun 1620, seorang warga Jerman bernama Cornelis Drebbel, membuat kapal yang berhasil menyelam sedalam 360 sampai 450 cm dengan didayung oleh 12 orang. Seorang pastor Italia bernama Giovanni Alfonso Borelli pada tahun 1680 juga merancang kapal selam yang digerakkan dengan dayung dan memakai kantung-kantung pengapung dari kulit kambing. Namun rancangan itu tetap tinggal di atas kertas, dan baru terwujud ketika orang Inggris, Nethaniel Symons mengkopinya tahun 1747 dan menguji perahunya di Sungai Themes. Kapal ini mampu bertahan di dalam air selama 45 menit. Kapal selam sederhana tanpa dayung serta peralatan yang lebih maju dimulai oleh David Bushnell pada tahun 1775. Kapal selam ciptaannya berbentuk seperti telur, terbuat dari kayu. Kapal selam dengan penggerak bukan manusia dimulai oleh Robert Fulton. Ia menggunakan mesin uap untuk menjalankan kapalnya dan untuk memudahkan kapal meluncur maju, kapal ini dibuat dengan bentuk cerutu. Kapal cerutu ini membawa 2 awak kapal dan sudah mampu menyelam selama beberapa jam. Pada tahun 1954, Angkatan Laut Amerika Serikat membuat sejarah baru dengan meluncurkan kapal selam pertama bertenaga nuklir bernama Nautilus. Nautilus pun menjadi kapal selam pertama yang berhasil melintasi Kutub Utara pada tahun 1958. Prestasi lain diukir oleh kapal selam Triton yang berhasil mengarungi seluruh lautan di dunia pada tahun 1960. Kapal ini mampu melintasi jarak sejauh 66.970 km dalam waktu 84 hari saja. Bukan cuma itu, pada tahun 1960 AS juga telah mulai melengkapi kapal-kapal selam mereka dengan peluru kendali (rudal) antar benua yang bisa melewati 1.930 km dan menghancurkan sasaran yang dituju.

Pada tahun 1775, David Bushnell membuat sebuah kapal selam yang diberi nama Turtle atau Penyu. Pada tahun 1799 Robert Fulton membuat sebuah kapal selam yang berukuran 7,4 m dan berbentuk seperti kapal selam modern. Kapal ini mampu menyelam selama 6 jam dan membawa empat orang awak di dalamnya. Pada tahun 1850, Wilhelm Bauer menghasilkan kapal selam bergelar Brandtaucher (Penyelam Api) dan tahun 1855 menghasilkan kapal selam Seateufel (Setan Laut) sepanjang 52 kaki untuk tentara laut imperial Rusia. Pada tahun 1886 sebuah kapal selam buatan Spanyol yang menggunakan dua motor elektrik 30 tenaga kuda diluncurkan. Selanjutnya, Perancis meluncurkan Gymnote (Belut) pada April 1887. Pada Februari 1896 Kementerian Laut Perancis mengadakan pertandingan untuk membuat kapal selam dengan bobot 200 ton. Maxime Laubeuf, seorang Perancis berhasil mengalahkan 20 peserta dari seluruh dunia dengan kapal selam Narval.

Firma Krupps dari Jerman membuat 1 kapal selam kecil untuk Rusia pada tahun 1902-1903. Setelah itu, Rusia menambah 3 lagi kapal selam. Kapal selam jenis Karp mempunyai mesin minyak tanah yang lebih baik dari pada mesin petrol tetapi menghasilkan asap tebal. Pada tahun 1906, pihak Jerman mulai menggunakan kapal selam bermesin diesel untuk pergerakan di permukaan air. Kapal selam yang lebih maju lagi dimiliki oleh Angkatan Laut AS pada tahun 1900. Penciptanya bernama John PG Holland dan kapalnya dinamakan Holland yang panjangnya 1.590 cm, dijalankan dengan tenaga mesin bensin dan listrik. Karena merupakan bagian peralatan militer, kapal ini dilengkapi dengan persenjataan, di antaranya adalah torpedo.

Navigasi
  

Bagian-bagian utama kapal. 1: Smokestack atau Cerobong; 2: Buritan; 3: Propeler dan Kemudi; 4: Portside (sebelah kanan dikenal dengan nama starboard); 5: Jangkar; 6: Bulbous bow; 7: Haluan; 8: Geladak; 9: Anjungan

Untuk menentukan arah, pada masa lalu kapal berlayar tidak jauh dari benua atau daratan. Namun sesuai dengan perkembangan akhirnya para awak kapal menggunakan bintang sebagai alat bantu navigasi dengan alat bantu berupa kompas dan astrolabe serta peta. Ditemukannya jam pasir oleh orang-orang Arab juga ikut membantu navigasi ditambah dengan penemuan jam oleh John Harrison pada abad ke-17. Penemuan telegraf oleh S.F.B Morse dan radio oleh C. Marconi, terlebih lebih penggunaan radar dan sonar yang ditemukan pada abad ke 20 membuat peranan navigator agak tergeser. Satuan kecepatan kapal dihitung dengan knot dimana 1 knot = 1,85200 km/jam.

Menjelang akhir abad ke-20, navigasi sangat dipermudah oleh GPS, yang memiliki ketelitian sangat tinggi dengan bantuan satelit.Selain dari itu system komunikasi yang sangat modern juga menunjang navigasi dengan adanya beberapa macam peralatan seperti radar type Harpa memungkinkan para navigator / Mualim bisa melihat langsung keadaan kondisi laut. Radar harpa ini adalah radar modern yang bisa mendeteksi langsung jarak antara kapal dgn kapal, kapal dengan daratan , kapal dengan daerah berbahaya, kecepatan kapal, kecepatan angin,dan mempunyai daya akurasi gambar yang jelas. Selain dari itu ada lagi system GMDSS (Global Maritime Distress safety system) Suatu system keselamatan pelayaran secara global. Kalau suatu kapal berada dalam kondisi berbahaya system ini akan memancarkan berita bahaya yang berisi posisi kapal, nama kapal, jenis marabahaya,tersebut secara otomatis, cepat, tepat , akurat. Untuk system komunikasi lainnya ada INMARSAT (International Maritime satelite) Suatu system pengiriman berita menggunakan E-Mail, Telephone, Telex, ataupun Faximile.

Jenis-jenis kapal
Kapal sulit untuk diklasifikasikan, terutama karena banyak sekali kriteria yang menjadi dasar klasifikasi dalam sistem yang ada seperti:

Berdasarkan tenaga penggerak
         Kapal bertenaga manusia (Pendayung)
         Kapal layar
         Kapal uap
         Kapal diesel atau Kapal motor
         Kapal nuklir

Berdasarkan jenis pelayarannya
         Kapal permukaan
         Kapal selam
         Kapal mengambang
         Kapal bantalan udara

Berdasarkan fungsinya
         Kapal Perang
         Kapal penumpang
         Kapal barang
         Kapal tanker
         Kapal feri
         Kapal pemecah es
         Kapal tunda
         Kapal pandu
         Tongkang
         Kapal tender
         Kapal Ro-Ro
         Kapal dingin beku
         Kapal keruk
         Kapal peti kemas / Kapal kontainer
         Kapal pukat harimau


Referensi:



1 komentar:

  1. Artikel yang sangat menarik,
    Velasco Indonesia
    distributor dan importir peralatan kapal di jakarta, Indonesia
    menyediakan berbagai macam peralatan dan aksesori kapal.

    Kunjungi website kami di
    www.velascoindonesia.com

    BalasHapus