Science and Techology on Campus

We can find Science and Techology material on Campus

Science and Techology on Enterprice

We can find Science and Techology material on Enterprice

Science and Techology on Kindergarten School

We can find Science and Techology material on Kindergarten School

Science and Techology on Elemntary School

We can find Science and Techology material on Elemntary School

Science and Techology on General Society

We can find Science and Techology materiel on General Society

Tampilkan postingan dengan label Kamera. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kamera. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Maret 2019

15 Kamera Pocket Terbaik di Tahun 2019

15 Kamera Pocket Terbaik di Tahun 2019


Kamera Pocket atau kamera saku digital merupakan kamera otomatis yang memiliki ukuran kecil dan ringan dan dalam penggunaannya menggunakan format digital untuk penyimpanan dan pengambilan gambarnya. Kamera ini mulai dilirik dan digemari oleh beberapa orang yang memiliki hoby fotografi namun terlalu malas untuk membawa kamera DSLR yang memiliki ukuran yang besar dan berat. Saat ini, kamera pocket memiliki kelebihan-kelebihan yang membuatnya setara dengan kamera DSLR kebanyakan. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan akan kamera canggih dengan harga menengah. Sehingga muncullah kamera pocket terbaik yang memiliki fitur-fitur professional.

1. Canon PowerShot G3 X



Canon PowerShot G3 X selain memiliki berat yang ringan, desainnya tubuhnya pun tampak maskulin. Tak mengherankan bahwa kamera ini sangat diburu di pasaran. Terutama dengan kelebihan lainnya seperti resolusi dibekali sensor CMOS tipe 1.0 inci dan resolusi kamera sebesar 20.2 MP. Harga Rp 9 jutaan

Dapat dipastikan bahwa gambar yang Anda ambil sangat tajam dan berkualitas tinggi. Fitur lain yang ditawarkan adalah tingkat zoom dengan kecepatan yang memukau dan menu frame full HD dari 24p sampai 60p memungkinkan Anda untuk menangkap video dengan akurat dan jernih.

Link Kamera terkait:
Canon Power Shot SX430 IS Kamera Prosumer - Hitam [20.5 MP] on blibli = http://bit.ly/2uri0sE
Canon PowerShot G7 X Mark II on bukalapak = http://bit.ly/2HCeyUW
 
2. Canon PowerShot G1 X Mark II


 
Canon PowerShot G1 X Mark II memiliki APS-C CMOS Sensor dan Dual Pixel CMOS AF, menangkap gambar di tempat yang remang bukanlah masalah besar. Karena hasil yang diharapkan sangat memuaskan. Berat kamera canon versi terbaru ini dapat dikatakan cukup ringan dan mudah dibawa. Pada segi lensa mempunyai jarak fokus 24-72 mm dan 3x optical zoom. Harga Rp 8 jutaan.
Hal tersebutlah yang menjadi pertimbangan penggemar fotografi lebih memiliki kecenderungan pada produk ini dibandingkan dengan DSLR. Selain itu fitur wifi dan NFC yang ditawarkan membantu Anda lebih mudah dalam membagikan foto dan video ke jejaring sosial yang dimiliki.

Link Kamera terkait:
Canon Power Shot SX430 IS Kamera Pocket on blibli = http://bit.ly/2JAHzSE
Canon Powershot A590 on bukalapak = http://bit.ly/2OmkCBr

3. Canon PowerShot G9 X Mark II



Canon PowerShot G9 X Mark II dirilis untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang mencari kamera pocket yang memiliki fitur-fitur modern. Kelebihan yang ditawarkan sangat baik, sebab bisa mengusung sistem prosesor 7 DIGIC. Harga Rp 5 jutaan
Tak ketinggalan sensor resolusi 20 Mp yang berukuran 1 inchi, membuat gambar yang diambil selalu memiliki hasil yang tajam. Kamera ini sangat ramah digunakan bagi para fotografer pemula karena dilengkapi Dual Sensing Image Stabilization.

Link Kamera terkait:
Canon Power Shot SX430 IS Kamera Pocket on blibli = http://bit.ly/2JAHzSE
Canon PowerShot G7 X Mark II on bukalapak = http://bit.ly/2HCeyUW

4. Canon PowerShot SX730 HS



Canon PowerShot SX730 HS merupakan Kamera pocket terbaik alternatif untuk Anda yang memiliki buget rendah namun menginginkan kamera dengan fitur yang tak kalah professional dari kamera DSLR. Tampilannya yang modern, ringkas dan artistik sangat cocok untuk dibawa pada acara apapun dan kapanpun. Dengan buget ekonomis Anda bisa merasakan kamera mini berbasis fitur professional layaknya DSLR. Harga Rp 4 jutaan
Canon PowerShot SX730 HS menjadi contohnya, kamera ini menawarkan kemampuan 40x optical zoom, lensa beresolusi 20,3 Mp serta fitur pendukung lain seperti bluetooth, NFC dan juga wifi. Memungkinkan untuk memperoleh gambar yang jernih bahkan dalam kondisi cahaya yang minim.

Link Kamera terkait:
Canon Power Shot SX430 IS Kamera Pocketon blibli = http://bit.ly/2JAHzSE
Canon Powershot Sx430 Is Kamera Prosumer Paket on bukalapak = http://bit.ly/2CA2zmH

5. Sony Cyber-shot DSC-RX100 V



Cyber-shot DSC-RX100 V merupakan salah satu kamera pocket yang memiliki kemampuan yang hampir mirip dengan kamera pro. Dibekali dengan sistem AF Hybrid serta sensor kamera sebesar 20.1MP, membuat gambar yang dihasilkan oleh kamera ini selalu berkualitas dan bening. Produk ini juga sudah dilengkapi dengan wifi dan NFC sehingga memudahkan Anda dalam memindahkan semua file dari penyimpanan ke smartphone atau PC. Harga Rp 11 jutaan

Dengan resolusi maksimal video 4K – 3840 x 2160 membuat kamera ini dapat bersaing dengan kamera DSLR dalam menangkap objek bergerak. Harga yang dibandrol pun disesuaikan dengan fasilitas yang akan didapatkan oleh konsumen.

Link Kamera terkait:
DOSS - SONY Cyber-shot DSC-RX100 VI Digital Camera on blibli = http://bit.ly/2TY9Rv1
Sony Cyber-shot DSC-W830 - 20.1 MP - 8x Optical Zoom – Silver on bukalapak =
 
6. Sony Cyber-shot DSC-RX100 IV



Sony Cyber-shot DSC-RX100 IV dapat membantu Anda mendapatkan foto yang sangat baik dan jernih. dilengkapi dengan sensor 20, 1 Mp dan rentang pengambilan gambar setara 24mm sampai 70 mm. Harga Rp 10 jutaan
Kamera ini dirancang juga untuk dapat menangkap video slow motion dengan sangat apik. Sedangkan untuk video aksi kamera ini mampu melakukan continous hingga 16 fps.

Link Kamera terkait:
Sony Cyber-shot DSC-RX100 IV + Free SDXC 64GB - FOCUS NUSANTARA on blibli = http://bit.ly/2Omn4YB
Sony Cyber-Shot DSC-W830 Carl Zeiss on bukalapak = http://bit.ly/2TuAyT0

7. Sony Cyber-shot DSC-RX100 III



Sony Cyber-shot DSC-RX100 III mungil dan ringkas membuat kamera jenis ini banyak disukai oleh penggemar dunia fotografi. Harga Rp 6 jutaan
Kehebatan yang ditawarkan ada pada ISO maksimal yakni 12800 serta lensa dengan kekuatan 20,1 Mp yang mampu menghasilkan gambar berkualitas tinggi. Pengoperasian kamera inipun terbilang gampang, sehingga cocok bagi Anda yang baru menekuni fotografi, dan dapat menghasilkan video full HD serta gambar beresolusi tinggi, serta fitur konektivitas NFC dan wifi di dalamnya.

Link Kamera terkait:
SONY Cyber-shot DSC-RX100 III + Free SDHC 8 GB - FOCUS NUSANTARA on blibli = http://bit.ly/2WhV2QF
Camera Sony Cyber Shoot DSC-H300 Prosummer Zoom 35x BNIB GARANSI RESMI on
 
8. Nikon COOLPIX P1000



Nikon COOLPIX P1000 bisa menjadi solusi yang tepat untuk memenuhi harapan Anda. Dengan kemampuan optical zoom hingga 125x memungkinkan Anda mengambil gambar tanpa harus mendekati objek yang berada jauh. Harga Rp 15 jutaan
Hampir menyamai kamera DSLR professional, produk ini memiliki rentan lensa 24 mm hingga 3000 mm dan fitur aparatur f/2.8-8. Tidak ketinggalan fitur Dual Detect Optical VR di dalamnya, membantu mengurangi getaran pada saat Anda mengambil foto.

Link Kamera terkait:
Nikon COOLPIX P1000 Digital Camera on blibli = http://bit.ly/2upUY5B
Nikon COOLPIX P1000 Digital Camera Black on blibli = http://bit.ly/2uqOSSD
Nikon Coolpix B700 20MP Digital Camera Red best on bukalapak = http://bit.ly/2Jxn21c

9. Nikon COOLPIX P900



Nikon COOLPIX P900 merupakan salah satu poduk kamera saku yang memiliki banyak keunggulan dan beredar laris di pasaran. Kamera ini dibekali dengan fitur wifi untuk dipakai sebagai sarana kegiatan sosial media. Harga Rp 6 jutaan
Dengan menggunakan kamera ini Anda bisa mengambil gambar dari jarak yang jauh, karena dilengkapi dengan optical zoom 83x dan digital zoom sampai 332x.
Memiliki layar yang dapat diputar 180 derajat, memungkinkan Anda untuk mendapatkan foto dari berbagai sudut yang tak terduga. Bodynya yang mirip dengan DSLR pada umumnya membuat kamera ini sangat cocok untuk menemani travelling Anda.

Link Kamera terkait:
Nikon Coolpix P900 Digital Camera – Black on blibli = http://bit.ly/2HQOGnm
Nikon Coolpix W100 Digital Camera on bukalapak = http://bit.ly/2U7n7gc

10. Nikon COOLPIX B700



Salah satu fitur unggulan di kamera pocket Nikon ini adalah dibekali dengan mikrofon stereo. Fitur ini membuat Anda bisa merekam film atau file audio tanpa menggunakan mikroskop tambahan. Harga Rp 5.500.000
Lensa produk ini memiliki sensor 20,1 Mp dengan rentang 6.1 x 4.5 mm yang hampir setara dengan kamera DSLR. Kelebihan lain yang ditawarkan kamera Nikon ini adalah keaktifan autofokus selama merekam video.

Link Kamera terkait:
Nikon Coolpix B500 Kamera Prosumer on blibli = http://bit.ly/2upOYcS
Nikon Coolpix B500 Kamera Pocket - HItam - FOCUS NUSANTARA on blibli = http://bit.ly/2TsROYP
NIKON COOLPIX A10 – SILVER on bukalapak = http://bit.ly/2JBN6sc

11. Fujifilm FinePix XP120



Kamera yang cukup tangguh untuk aktifitas outdoor ini memiliki ketahanan terhadap air hingga kedalaman 20 meter, serta tahan akan banting dari ketinggian 1.8 meter. Untuk spesifikasinya kamera ini mengusung penggunaan sensor CMOS beresolusi 16.4 MP, shutter speed 1/4 – 1/2000 sec, Full HD Resolution, serta memiliki rentang ISO 100 hingga 6400. Fujifilm FinePix XP120 ini dibanderol dengan harga sekitar 3,3 juta rupiah.

Link Kamera terkait:
Fujifilm FinePix XP130 Digital Camera DOSS on blibli = http://bit.ly/2CCyjYf
Fujifilm FinePix XP130 Kamera Pocket - FOCUS NUSANTARA on blibli = http://bit.ly/2OmHsZA
Fujifilm FinePix XP90 Kamera Pocket Orange on bukalapak = http://bit.ly/2FxMDmI

12. Fujifilm XQ2



Dengan harga sekitar 3,8 juta rupiah, kamera yang memiliki desain cukup mungil ini tidak bisa diremehkan. Pasalnya kamera ini mampu menghasilkan bidikan yang tajam dan halus tanpa adanya noise. Di samping itu kamera ini dibekali dengan sensor CMOS beresolusi 12.0 MP, shutter speed 1/4 – 1/4000 sec, Full HD Resolution, serta memiliki rentang ISO 100 hingga 12800.

Link Kamera terkait:
Fujifilm XT20 kit XC15-45mm f/3.5-5.6 OIS PZ Kamera Mirrorless FREE Instax Share Sp2 + Bag Sirui + Claim Extra Battery on blibli = http://bit.ly/2OnynQi
FUJIFILM X-A10 KIT 16-50MM OIS II ORIGINAL- FUJI XA10 - FUJI FILM XA-10 on bukalapak = http://bit.ly/2HOZjas

13. Canon PowerShot SX430



Kamera yang sangat direkomendasikan untuk traveling ini mumpuni untuk zooming yang cukup baik. Di samping itu kamera ini mengusung sistem sensor CCD beresolusi 20.0 MO, shutter speed 1 - 1/4000, Full HD Resolution, serta memiliki rentang ISO 100 hingga 12800. Untuk harganya Canon PowerShot SX430 ini dibanderol dengan harga sekitar 2,3 juta rupiah.

Link Kamera terkait:
Canon Power Shot SX430 IS Kamera Pocket on blibli = http://bit.ly/2JAHzSE
Canon Powershot SX430 IS Digital Camera - Resmi Datascrip on bukalapak = http://bit.ly/2TpJPvH

14. Sony Cybershot DSC-WX220



Kamera mungil besutan Sony ini memiliki berbagai fitur yang cukup canggih dengan kualitas yang cukup apik. Untuk spesifikasinya kamera ini memiliki sebuah sensor Exmor R CMOS beresolusi 18.2 MP, shutter speed 1/4 - 1/1600 sec, Full HD Resolution, serta memiliki rentang ISO 100 hingga 12800. Sony Cybershot DSC-WX220 dibanderol dengan harga sekitar 2,3 juta rupiah.

Link Kamera terkait:
DOSS - Sony Cybershot DSC RX100 MK VA Digital Camera on blibli = http://bit.ly/2OrgGiU
SONY Cybershot DSC-H400 on blibli = http://bit.ly/2YiWYKF
Kamera Sony CyberShoot DSC H400 on bukalapak = http://bit.ly/2CAfqFr

15. Canon IXUS 285



Terakhir ada Canon IXUS 285, kamera ini cocok untuk Anda yang hobi melakukan pemotretan jarak jauh. Kamera ini mengusung penggunaan sensor CMOS beresolusi 20.2 MP, shutter speed 1- 1/2000 sec, Full HD Resolution, serta memiliki rentang ISO 80 hingga 1600. Canon IXUS 285 dapat dibeli dengan harga 2,3 juta rupiah.

Link Kamera terkait:
Canon IXUS 285 HS Kamera Pocket - Black [20.2 MP/Wifi/NFC] on blibli = http://bit.ly/2OuVOaB
Canon Digital IXUS 285 HS [Black] - FOCUS NUSANTARA on blibli = http://bit.ly/2TVAm4b
Canon PowerShot Ixus 285 HS – Black on bukalapak = http://bit.ly/2HLK3uZ

Demikian artikel 15 produk kamera pocket terbaik 2019 yang bisa menjadi rekomendasi bagi Anda untuk mencari kamera pocket berkualitas. Pastikan sebelum membeli bahwa toko akan memberikan garansi sesuai dengan ketentuan masa pada kartu garansi. semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai referensi dalam memilih Kamera pocket yang akan dibeli dan atau digunakan.


Referensi:


Jumat, 08 Februari 2019

Teknologi Kamera: Sejarah dan Perkembangan Kamera


Teknologi Kamera: Sejarah dan Perkembangan Kamera

Jika Anda penyuka fotografi, mungkin Anda menggunakan kamera setiap harinya. Entah itu untuk memotret kejadian sehari-hari, pemandangan, atau momen khusus misalnya pernikahan. Namun, tahukah Anda perkembangan kamera tersebut? Sejarah kamera dapat ditelusuri lebih jauh ke belakang daripada pengenalan fotografi. Kamera berevolusi dari kamera obscura, dan terus berubah melalui banyak generasi teknologi fotografi, termasuk daguerreotype, calotype, Dry Plates, film, sampai dengan kamera digital

1. Kamera Obscura
Kamera obscura adalah kamera pertama dalam sejarah fotografi. Obscura berasal dari bahasa Latin yang artinya “ruang gelap”. Kamera ini berbentuk seperti sebuah kotak dengan ruang gelap atau kedap cahaya di dalamnya. Kamera obscura dapat memantulkan cahaya melalui dua buah lensa konveks, yang kemudian menempatkan gambar pada film/kertas di titik fokus pada lensa kamera. Catatan tertua yang membahas tentang prinsip ini adalah deskripsi yang dikemukakan oleh filsuf Han Cina Mozi (470 hingga 391 SM). Mozi menegaskan bahwa gambar kamera obscura terbalik karena cahaya bergerak dalam garis lurus dari sumbernya.

Alhazen - Kamera Obscura

Pada abad ke-11 fisikawan Arab, Ibnu Al-Haytham (atau yang dikenal pula dengan nama lain Alhazen) menulis buku-buku yang sangat berpengaruh tentang optik, termasuk eksperimen dengan cahaya melalui lubang kecil di ruangan yang gelap.. Kamera ini dikembangkan dengan konsep lubang kecil di kotak gelap yang disinari cahaya mampu menghasilkan gambar. Hal itu menjadi titik awal penemuaan teknologi kamera.


Ilustrasi Prinsip Kamera Obscura

Gambar Seorang seniman menggunakan kamera obscura abad ke-18

Sebelum dipopulerkan Alhazen, pada zaman sebelum Masehi tercatat bahwa konsep ini telah ditemukan oleh seorang filsuf bernama Mozi pada zaman sebelum Masehi.

Joseph Nicéphore Niépce adalah orang pertama yang menghasilkan foto menggunakan kamera pada tahun 1816. Ia menghasilkan foto pertamanya menggunakan kamera yang sangat kecil buatanya sendiri dan dengan menggunakan selembar kertas dilapisi dengan perak klorida. Meskipun saat itu ia belum dapat menghasilkan foto yang permanen, kemudian pada pertengahan 1820-an, Niépce bereksperimen lagi menggunakan kamera obscura yang terfokus pada pelat timah 16,2 cm x 20,2 cm (6,4 in × 8,0) yang dilapisi tipis dengan aspal judea, yaitu aspal yang terbentuk secara alami yang peka akan cahaya. Joseph Nicéphore Niépce adalah orang pertama yang menghasilkan foto menggunakan kamera pada tahun 1816. Ia menghasilkan foto pertamanya menggunakan kamera yang sangat kecil buatanya sendiri dan dengan menggunakan selembar kertas dilapisi dengan perak klorida. Meskipun saat itu ia belum dapat menghasilkan foto yang permanen, kemudian pada pertengahan 1820-an, Niépce bereksperimen lagi menggunakan kamera obscura yang terfokus pada pelat timah 16,2 cm x 20,2 cm (6,4 in × 8,0) yang dilapisi tipis dengan aspal judea, yaitu aspal yang terbentuk secara alami yang peka akan cahaya.

Plat Joseph Nicéphore Niépce – View From The Window At Le Gras

Foto pertama karya Joseph Nicéphore Niépce – View From The Window At Le Gras

Kamera obscura yang tidak praktis mengalami perkembangan. Pada tahun 1660-an, ilmuwan asal Inggris Robert Boyle dan asistennya Robert Hook menemukan kamera portable obscura. Kamera ini merupakan bentuk modifikasi kamera obscura sehingga bentuknya lebih ringkas.

Kamera Obscure Portable
            
Buku karangan Alhazen juga dipelajari oleh ilmuwan barat seperti Joseph Kepler. Ilmuwan ini ahirnya berhasil memperbesar proyeksi gambar yang dihasilkan kamera dengan menambahkan lensa negatif di belakang lensa positif. Robetrt Boyle kemudian juga berhasil membuat kamera kecil tanpa kabel pada tahun 1665.

kamera pertama yang sangat praktis untuk digunakan dalam bidang fotografi ditemukan oleh Johann Zahn, pada tahun 1685. Prinsip kamera model Zahn ini menggunakan slide tambahan sebagai alat untuk memfokuskan objek. Sistem Zahn tersebut mampu memberikan tambahan plat sensitif di depan lensa kamera sebelum melakukan pengambilan gambar.

2. Kemera Daguerreotypes dan Calotypes
Hampir 900 tahun setelah ditemukannya kamera Obscura, pada tahun 1837 Joseph Nicephore Niepce yang berkebangsaan Prancis menemukan konsep fotografi yang praktis, yang kemudian dinamakannya sebagai Daguerreotypes dan dipublikasikan pada tahun 1839. Daguerre menggunakan lembaran tembaga berlapis perak dengan uap yodium untuk memberikan lapisan iodida perak peka cahaya. Setelah terpapar di kamera, gambar dikembangkan oleh uap merkuri dan diperbaiki dengan larutan natrium klorida.

Kamera Daguerreotypes

Di dalam sebuah kotak kecil dengan lubang cahaya, dengan menambahkan pelat tembaga dan perak yang ditambahkan dengan uap yodium maka kamera generasi ini lebih sensitif terhadap cahaya.

Boulevard du Temple by Daguerre

Setelah dilakukan eksposur pada kamera, gambar kemudian terbentuk melalui uap merkuri dan larutan natrium klorida. Niepce bekerja sama dengan partnernya Louis Daguerre dalam penemuan kamera ini, oleh sebab itulah nama kameranya dinamakan dengan nama penemunya.

Henry Fox Talbot menyempurnakan proses yang berbeda yaitu calotype pada tahun 1840 dan di komersilkan. Ia mengembangkan kamera yang sangat sederhana yang terdiri dari dua kotak bersarang. Kotak belakang memiliki layar kaca tanah yang bisa dilepas dan bisa masuk dan keluar untuk menyesuaikan fokus. Setelah pemfokusan, kaca tanah diganti dengan pegangan yang kedap cahaya yang berisi pelat atau kertas peka dan lensa tertutup. Kemudian fotografer membuka cover pada holder, membuka tutup lensa, dan menghitung menit sebanyak yang di inginkan yang disesuaikan dengan kondisi pencahayaan sebelum mengganti tutup dan menutup dudukannya. Meskipun kesederhanaan mekanis ini, lensa achromatic berkualitas tinggi telah menjadi standar.

Kamera Calotype C 1850

3.  Pelat Kering Collidion
Plat kering collodion mulai digunakan orang semenjak tahun 1857, kamera yang satu ini merupakan buah karya dari Desire van Monckhoven. Empat belas tahun kemudian, kamera pelat kering ini dimodifikasi oleh Richard Leach Maddox yang berhasil menciptakan pelat basah yang kualitas dan kecepatan pengambilan gambarnya lebih baik.

Kamera Pelat Kering Collodion

Perjalanan kamera Colliidion terus berlangsung hingga pada tahun 1878 ditemukan emulsi gelatin yang mampu meningkatkan sensitivitas kamera, sehingga kamera bisa mengambil gambar secara spontan.

Saat-saat inilah dimana tripod dan alat bantu kamera lainnya tidak terlalu dibutuhkan untuk mengambil gambar. untuk pertama kalinya, kamera bisa dibuat cukup kecil beratnya tidak terlalu besar untuk dipegang tangan, atau bahkan tersembunyi. Ada proliferasi dari berbagai desain, dari refleks tunggal dan lensa ganda untuk kamera besar dan kamera genggam.

4. Kodak dan Kamera Film
Para fotografer yang lahir di tahun 90-an pasti pernah mengenal kamera yang menggunakan roll film di dalamnya yang kemudian bisa dicetak menjadi sebuah foto. Sebetulnya pengembangan kamera film ini sudah dimulai satu abad sebelumnya, yaitu semenjak tahun 1885 oleh George Eastman yang memulai produksi film kamera, yang kemudian berkembang lagi menjadi seluloid pada tahun 1888-1889.

Kamera Kodak 1888

Kamera Kodak 1910

Kamera film tersebut ia namakan dengan Kodak, yang kemudian mulai dikenalkan kepada masyarakat luas semenjak tahun 1888. Lebih canggih lagi dari sebelumnya, hanya terdiri dari satu buah lensa fokus dan satu shutter speed.

Sampai akhirnya di akhir abad ke-19 Eastman telah berhasil membuat berbagai model kamera film, termasuk kamera berbentuk kotak dan kamera lipat. Walaupun kamera Kodak ini berhasil membuat fotografi menjadi tidak terlalu mahal bagi banyak kalangan, kamera pelat masih banyak digunakan orang waktu itu karena kualitasnya yang lebih baik. Untuk bersaing dengan kamera roll, kamera pelat era ini dilengkapi dengan majalah untuk menahan beberapa pelat sekaligus.

5. Kamera Compact dan Canon
Sejarah kamera dilanjutkan dengan hadirnya kamera compact yang diteliti oleh Oskar Barnack di Leitz. Barnack menggunakan film 35 mm untuk membuat kamera yang dapat menghasilkan perbesaran gambar dengan kualitas sangat baik. Akhirnya, pada tahun 1913 terbentuklah prototipe Ur-Leica, kamera 35 mm yang kemudian pengembangannya tertunda karena adanya perang dunia pertama.

Setelah beberapa kali mengalami perkembangan fitur, kamera Ur-Leica mulai dijual secara luas pada tahun 1923. Semenjak itu, konsumen pengguna kamera merasa sangat puas dan menyambut baik inovasi kamera yang satu ini.

Kamera Leica I 35 mm, 1925

Dari sinilah kemudian muncul perusahaan pembuat kamera saingan Ur-Leica, yaitu kamera Canon yang perusahaannya berpusat di Jepang. Canon juga membuat kamera dengan film cine 35 mm, yang kemudian bersaing ketat dengan Ur-Leica. Kamera yang dibuat di negeri matahari terbit ini kemudian menjadi sangat populer setelah berakhirnya perang Korea yang membuat veteran Jepang banyak membawa kamera ini ke Amerika Serikat. Tentunya hingga kini Canon terus berinovasi memproduksi berbagai kamera canggih lainnya, sehingga sampai saat ini pun bisnisnya masih berjalan dengan subur.

6. TLR dan SLR
TLR merupakan kepanjangan dari twin-lens reflex, sementara SLR adalah akronim dari single-lens reflex. Kamera TLR mulai dibuat oleh Franke&Heidecke Rolleiflex pada tahun 1928, sementara kamera SLR sebagai perkembangan lebih lanjut mulai diproduksi semenjak tahun 1933, yang pertama kali menggunakan 127 roll film.

Kamera SLR Contax S

Secara khusus, kamera TLR dilengkapi dengan dua lensa objektif dengan panjang focal yang sama. Satu lensa berguna untuk tujuan mengambil gambar, sementara lensa lainnya berguna untuk menangkap bayangan yang telah masuk ke lensa pertama. Sementara pada kamera SLR, hanya terdapat satu buah lensa yang sudah dikombinasikan dengan sensor gambar digital.

Kamera SLR dipopulerkan oleh perusahaan Asahi Optical, yang pertama kali meluncurkan kamera SLR 35mm yang dinamakan dengan Asahiflex. Pada tahun 1950-an, mulai banyak kamera SLR yang beredar di pasaran, termasuk Canon, Yashica, dan Nikon.

Kamera SLR 1949

Sementara kamera konvensional menjadi lebih canggih, jenis kamera yang sama sekali baru muncul di pasaran pada tahun 1948. Ini adalah Polaroid Model 95, kamera instant-picture pertama di dunia. Dikenal sebagai Kamera Land setelah penemuanya oleh Edwin Land. Model 95 menggunakan proses kimia yang dipatenkan untuk menghasilkan cetakan positif yang telah selesai dari negatif yang terekspos dalam waktu kurang dari satu menit. Kamera Land cukup diminati meski harganya relatif tinggi dan jajaran Polaroid telah meluas menjadi lusinan model pada 1960-an. Kamera Polaroid pertama yang ditujukan untuk pasar populer, Model 20 Swinger of 1965, sukses besar dan tetap menjadi salah satu kamera terlaris sepanjang masa.

Model Polaroid J66, 1961

Polaroid Model 20 Swinger

Kamera pertama yang mengusung eksposure otomatis yang dilengkapi dengan selenium light-meter adalah Super Kodak Six-20 pack di Tahun 1938, tetapi harganya sangat tinggi sekitar $ 225 saat itu ( setara $ 3912 untuk saat ini ). Pada tahun 1960-an, komponen elektronik berbiaya rendah merupakan hal yang biasa dan kamera yang dilengkapi dengan pengukur cahaya dan sistem exposure otomatis menjadi semakin meluas.

MEC-16 SB 16mm subminiature camera

Kemajuan teknologi berikutnya datang pada tahun 1960, ketika Mec 16 SB subminiature Jerman menjadi kamera pertama yang menempatkan pengukur cahaya di belakang lensa untuk pengukuran yang lebih akurat. Namun, pengukuran melalui lensa pada akhirnya menjadi fitur yang lebih umum ditemukan pada SLR dibandingkan jenis kamera lainnya. SLR pertama yang dilengkapi dengan sistem TTL adalah Topcon RE Super tahun 1962.

7. Kamera Analog
Sejarah kamera fotografi selanjutnya sampai pada tahun 1981 saat dimulainya pembuatan kamera analog, yang teknik pengambilan gambarnya masih bisa menggunakan film seluloid (klise/film negatif). Yang pertama kali membuat kamera analog ini adalah Sony Mavica.

Kamera Sony Mavica

Pada Olimpiade 1984, pertama kalinya kamera analog yang diproduksi Canon digunakan untuk memotret Yomiuri Shinbun yang hasilnya kemudian dimuat di surat kabar Jepang.

Namun seiring perjalanannya, kamera analog kurang mendapat antusias masyarakat karena biaya penggunaannya yang sangat mahal, serta kualitas gambar yang kurang baik jika dibandingkan dengan kamera lain. Aplikasi kamera analog saat ini banyak dipakai untuk kamera CCTV.

8. Kamera Digital
Sejarah perkembangan kamera digital tidak terlepas dari pengembangan video tape recorder (VTR), yakni sebuah teknologi merekam gambar pada televisi. Pada tahun 1951, untuk kali pertama, Bing Crosby Laboratorium membuat versi awal dari VTR. Alat tersebut berfungsi untuk mengambil gambar dari kamera televisi, kemudian mengkonversi gambar tersebut menjadi suatu impuls listrik (digital) dan menyimpannya ke dalam tape magnetis.

Kemudian pada tahun 1956, Charles P. Ginsburg dan Ampex Corporation menyempurnakan VTR dengan meluncurkan versi VR1000 dan umum dipakai oleh industri televisi. Maka dari sanalah, antara kamera video dengan kamera digital memiliki kesamaan dalam penggunaan CCD (Charged Couple Device) untuk mengatur warna dan intensitas cahaya. Sejak saat itulah, era kamera digital telah dimulai dan berkembang secara pesat.

”Pemisahan” wujud kamera digital dengan kamera video terjadi pada tahun 1981, dimana Sony memperkenalkan kamera elektronik komersil pertama mereka yang disebut Mavica. Adapun cara kerja dari kamera digital pertama ini yakni gambar yang direkam ke mini disc kemudian dimasukkan ke dalam video reader yang terhubung ke monitor atau televisi warna. Walaupun Mavica belum dapat dikatakan kamera digital, itu sebenarnya merupakan modifikasi kamera video yang mengambil foto secara spontan.

Sementara itu, sejak pertengahan tahun 1970-an, Kodak Company memiliki beberapa penemuan tentang solid-state atau kejernihan untuk sensor gambar, yaitu mengubah cahaya ke gambar digital untuk penggunaan pada tingkat profesional dan konsumen rumah tangga.

Dilanjutkan tahun 1986, Kodak untuk pertama kalinya di dunia mengenalkan sensor megapixel. Sensor ini mampu merekam 1,4 juta pixel yang dapat menghasilkan 5x7 inci foto digital cetak berkualitas baik pada saat itu. Setahun kemudian (1987), Kodak pun merilis tujuh (7) produk lainnya untuk merekam, menyimpan, memanipulasi, transmisi elektronik, serta untuk mencetak gambar atau objek.Kamera digital pertama kali dikembangkan oleh Fuji pada tahun 1988, yang menggunakan kartu memori 16 MB untuk menyimpan data foto yang diambil. Selanjutnya kamera digital mulai dikenalkan pada masyarakat luas semenjak tahun 1989 oleh Fuji. Pada tahun 1991, dimulailah pemasaran kamera digital Kodak DCS-100 yang beresolusi 1,3 megapiksel.

Kamera Kodak DCS 100

Format foto kamera digital mulai beralih menjadi JPEG dan MPEG yang tidak memakan banyak tempat pada penyimpanan data. Pada tahun 1995, kamera digital dengan kristal cair di bagian belakang lensa mulai dikembangkan oleh Hiroyuki Suetaka dengan nama kamera Casio QV-10.

Format foto kamera digital mulai beralih menjadi JPEG dan MPEG yang tidak memakan banyak tempat pada penyimpanan data. Pada tahun 1995, kamera digital dengan kristal cair di bagian belakang lensa mulai dikembangkan oleh Hiroyuki Suetaka dengan nama kamera Casio QV-10.

Minolta RD-175

Pada tahun 1995 Minolta memperkenalkan RD-175, yang didasarkan pada Minolta 500si, SLR dengan splitter dan tiga CCD independen. Kombinasi ini menghasilkan 1,75 juta piksel.

Kamera DSLR mulai ditemukan pada tahun 1999 awal dengan peluncuran Nikon D1 yang berhasil menekan biaya produksi hingga setngah harga saja. Jenis kamera ini mampu menghasilkan gambar yang sangat baik dan beresolusi tinggi.

Kamera Nikon D1

Hingga kini pun kamera DSLR masih banyak digunakan oleh para fotografer dengan berbagai macam lensa yang bisa dilepas-pasang. Selain itu, secara umum harga kamera DSLR tidak semahal dahulu.

Penjualan kamera digital terus berkembang, didorong oleh kemajuan teknologi yang sangat pesat. Pasar kamera digital tersegmentasi ke dalam berbagai kategori, Kamera Digital Compact Still, Bridge Camera, Mirrorless Compacts dan DSLR.

Sensor CMOS Canon

Salah satu kemajuan teknologi kamera digital yang paling utama adalah pengembangan sensor CMOS, yang membantu mendorong biaya produksi sensor yang cukup rendah untuk dapat di aplikasikan sebagai kamera ponsel maupun smartphone.

Demikianlah perkembangan kamera fotografi dari masa ke masa. Semoga sejarah kamera ini menambah pengetahuan Anda di dunia fotografi.

Referensi: