Science and Techology on Campus

We can find Science and Techology material on Campus

Science and Techology on Enterprice

We can find Science and Techology material on Enterprice

Science and Techology on Kindergarten School

We can find Science and Techology material on Kindergarten School

Science and Techology on Elemntary School

We can find Science and Techology material on Elemntary School

Science and Techology on General Society

We can find Science and Techology materiel on General Society

Selasa, 26 Februari 2019

37 Laptop terbaik 2018 - 2019 on Blibli dengan harga terjangkau

37 Laptop terbaik on Blibli dengan harga terjangkau




1.    Asus UX333FA-A5801T - [i5 8265U/8/256ssd/share/13.3"/W10]  on blibli à  http://bit.ly/2IuGcUW
2.    Asus UX433FN-A5811T - [i5 8265U/8/512ssd/MX150 2GB/14"/W10] on blibli à http://bit.ly/2EcAlOz
3.    Lenovo Yoga 530-4WID - [R7 2700U/8/512ssd/Vega 10/14"/W10] on blibli à http://bit.ly/2SnsZx5
4.    Lenovo Yoga 530 14ARR 4WID Notebook – Black on blibli à http://bit.ly/2Xlxb3V
5.    Acer Aspire E5-476G-58MG Noteobook [Core i5-8250U/ Dual Storage/ Endless OS] on blibli à http://bit.ly/2H1iFZE
6.    Acer E5-476G-599H - [i5 8250U/4/1TB/MX130 2GB/14"/W10] on blibli à http://bit.ly/2EtI5NL
7.    Acer Aspire E5-476G Notebook - Steel Gray [i3-6006U/4 GB/1 TB/MX130 2GB/14 Inch/Dos] on blibli à http://bit.ly/2txgQvs
8.    ASUS A407UF-BV061T Notebook - Grey [i3-7020U/VGA GeForceMX130/4GB/1TB/14"/Win10] on blibli à http://bit.ly/2NpdTGb
9.    Lenovo Yoga 520-14IKB 81C800L8ID Notebook - Onyx Black on blibli à http://bit.ly/2Vfz68r
10. Lenovo Yoga 330 Notebook - dark Grey [N4000/4GB/128GB eMMC/11.6 Inch/Win 10] on blibli à http://bit.ly/2VehA4h
11. HP Spectre X360 13-AP0055TU on blibli à http://bit.ly/2VaJGgW
12. HP Spectre X360 13-AP0057TU - [i5 8265U/8/256 SSD/share/13.3"/WIN10] on blibli à http://bit.ly/2GN6L6n
13. HP Pavilion 15-CX0161TX on blibli à http://bit.ly/2TcSaGT
14. Apple MacBook Pro With Touch Bar MR942 / MR972 Notebook on blibli à http://bit.ly/2tBAczy
15. Apple Macbook Pro Touchbar MR932 on blibli à http://bit.ly/2E8LVdG
16. Apple MR9V2ID/A MacBook Pro with Touch Bar 2018 Notebook [Quad Core i5/ 8 GB/ 512 SSD/ 13 Inch/ High Sierra]  on blibli à http://bit.ly/2GKqJhK
17. Apple Macbook Air 13 2018 MREF2 Notebook - Gold [13.3 Inch/ i5/ 8GB/ 256GB/ IUG617/ MacOS] on blibli à http://bit.ly/2Tcm8Lf
18. Apple Macbook Pro MPXV2ID-A with Touchbar Notebook - Space Grey [13.3 Inch/ 1GHz DCi5/ 256GB] on blibli à  http://bit.ly/2ThCrpW
19. ASUS FX505GD-I5501T Gaming Laptop - Red Fusion [i5- 8300H/8G/GTX1050/1TB/15.6"/Win10] on blibli à http://bit.ly/2BQnmls
20. ASUS F560UD-EJ511T Notebook [i5-8250U/4GB/GTX1050/1TB/15.6"/Win10] on blibli àhttp://bit.ly/2EtvBWo
21. Asus X505ZA-BR512T Notebook - Gold [Ryzen5-2500/ 4GB+4GB/ 256GB SSD/ 15.6 Inch/ Win10] on blibli à  http://bit.ly/2tyH1Sm
22. ASUS X441BA-GA912T Notebook - Silver [A9-9425/Radeon R5/4GB/1TB/14"/Win10]  on blibli à http://bit.ly/2Xnqe2y
23. ASUS X441BA-GA913T Notebook - Red [A9-9425/Radeon R5/4GB/1TB/14"/Win10] on blibli à http://bit.ly/2U1PKYJ
24. Asus E203MAH-FD011T Notebook - Star Grey [Intel N4000 Dual Core/ 2GB/ 500GB/ Intel HD Graphics/ 11.6 Inch HD/ Windows 10] on blibli à http://bit.ly/2E74K0L
25. Asus E203MAH-FD412T Notebook - Pearl White [Intel N4000 Dual Core/ 4GB/ 500GB/ Intel HD Graphics/ 11.6 Inch HD/ Windows 10] on blibli à http://bit.ly/2BRuM7Z
26. Asus E203MAH-FD012T - [N4000/2/500GB/share/11.6"/W10] on blibli à http://bit.ly/2BO3IGM
27. Lenovo IdeaPad Y700-15ISK-7JID Laptop - Black [i7-6700HQ/16GB/1TB/GTX960M- 4GB/15.6Inch FHD/Win10] on blibli à http://bit.ly/2E9eWWN
28. Lenovo Ideapad IP330 15ICH-37ID Gaming Notebook [15.6 Inch/ i5-8300H/ GTX1050 4GB/ 4 GB/ 16 GB/ 1 TB/ Win 10] on blibli à http://bit.ly/2TcrwOA
29. Lenovo IdeaPad 320-7WID Laptop [Core i3-6006U/ 4GB/ 1 TB HDD/ Win10 Home] on blibli à http://bit.ly/2ThqQHy
30. Lenovo Ideapad 330-1QID Notebook - Black [Celeron N4000/4 GB/500 GB/14Inch/WIn 10] on bliblli à http://bit.ly/2SXXZsF
31. Asus E203NAH-FD011D Notebook - Star Grey on blibli à http://bit.ly/2H0ua3d
32. Asus E203MAH-FD011T Notebook - Star Grey [Intel N4000 Dual Core/ 2GB/ 500GB/ Intel HD Graphics/ 11.6 Inch HD/ Windows 10] blibli à http://bit.ly/2GGL5IL
33. ACER ASPIRE 3 A314-33-C3A1 Notebook - Black [N4000/ 4GB/ 500GB/ ODD/14 Inch/ Win10] on blibli à http://bit.ly/2Snvdwr
34. ACER ASPIRE 3 A314-41-9556 Notebook - Black [A9-9420E/4GB/1TB/ODD/14 Inch/Win10] on blibli à http://bit.ly/2E8PnoE
35. ACER ASPIRE 3 A315-41-R7PA Notebook - Black  [Ryzen3 2200U/ Radeon Vega 3/8G/1T/NoODD/15.6"/ Win10] on blibli à http://bit.ly/2SqxXZQ
36. DELL Inspiron 3467 Notebook - Black [14/i3-6006U/4GB/1TB/UBT] on blibli à http://bit.ly/2Sr2p6h
37. Zyrex Sky 232 Notebook [14 Inch/ Windows 10 Home] on blibli à http://bit.ly/2H0TsOE


Sumber:
http://titihmarket.blogspot.com/2019/02/ihtisar-21-laptop-terbaik-2019.html
Blibli

Rabu, 20 Februari 2019

Teknologi Nuklir: Sejarah, Reaksi Fisi & Fusi dan penggunaannya


Teknologi Nuklir: Sejarah, Reaksi Fisi & Fusi dan penggunaannya


Teknologi nuklir adalah teknologi yang melibatkan reaksi dari inti atom (inti=nuclei). Teknologi nuklir dapat ditemukan pada bebagai aplikasi, dari yang sederhana seperti detektor asap hingga sesuatu yang besar seperti reaktor nuklir.

Sejarah Teknologi Nuklir
Kejadian pada kehidupan sehari-hari, fenomena alam, jarang sekali berkaitan dengan reaksi nuklir. Hampir semuanya melibatkan gravitasi dan elektromagnetisme. Keduanya adalah bagian dari empat gaya dasar dari alam, dan bukanlah yang terkuat. Namun dua lainnya, gaya nuklir lemah dan gaya nuklir kuat adalah gaya yang bekerja pada range yang pendek dan tidak bekerja di luar inti atom. Inti atom terdiri dari muatan positif yang sesungguhnya akan saling menjauhi jika tidak ada suatu gaya yang menahannya.

Henri Becquerel pada tahun 1896 meneliti fenomena fosforesensi pada garam uranium ketika ia menemukan sesuatu yang akhirnya disebut dengan radioaktivitas. Ia, Pierre Curie, dan Marie Curie mulai meneliti fenomena ini. Dalam prosesnya, mereka mengisolasi unsur radium yang sangat radioaktif. Mereka menemukan bahwa material radioaktif memproduksi gelombang yang intens, yang mereka namai dengan alfa, beta, dan gamma. Beberapa jenis radiasi yang mereka temukan mampu menembus berbagai material dan semuanya dapat menyebabkan kerusakan. Seluruh peneliti radioaktivitas pada masa itu menderita luka bakar akibat radiasi, yang mirip dengan luka bakar akibat sinar matahari, dan hanya sedikit yang memikirkan hal itu.

Fenomena baru mengenai radioaktivitas diketahui sejak adanya paten di dunia kedokteran yang melibatkan radioaktivitas. Secara perlahan, diketahui bahwa radiasi yang diproduksi oleh peluruhan radioaktif adalah radiasi terionisasi. Banya peneliti radioaktif pada masa lalu mati karena kanker sebagai hasil dari pemaparan mereka terhadap radioaktif. Paten kedokteran mengenai radioaktif kebanyakan telah terhapus, namun aplikasi lain yang melibatkan material radioaktif masih ada, seperti penggunaan garam radium untuk membuat benda-benda yang berkilau.

Sejak atom menjadi lebih dipahami, sifat radioaktifitas menjadi lebih jelas. Beberapa inti atom yang berukuran besar cenderung tidak stabil, sehingga peluruhan terjadi hingga selang waktu tertentu sebelum mencapai kestabilan. Tiga bentuk radiasi yang ditemukan oleh Becquerel dan Curie temukan juga telah dipahami; peluruhan alfa terjadi ketika inti atom melepaskan partikel alfa, yaitu dua proton dan dua neutron, setara dengan inti atom helium; peluruhan beta terjadi ketika pelepasan partikel beta, yaitu elektron berenergi tinggi; peluruhan gamma melepaskan sinar gamma, yang tidak sama dengan radiasi alfa dan beta, namun merupakan radiasi elektromagnetik pada frekuensi dan energi yang sangat tinggi. Ketiga jenis radiasi terjadi secara alami, dan radiasi sinar gamma adalah yang paling berbahaya dan sulit ditahan.

Berikut adalah timeline teknologi nuklir dari tahun 1896 sampai tahun 1962

1896


Ahli fisika Perancis Henri Becquerel menemukan gejala radioaktivitas ketika plat-plat fotonya diburamkan oleh sinar dari uranium.

1898


Pierre dan Marie Curie memulai proyek yang berujung pada penemuan unsur baru – radium.

1902
Ahli fisika Inggris Ernest Rutherford dan ahli kimia Frederick Soddy menerangkan peluruhan radioaktif yang mengubah unsur seperti radium menjadi unsur lain sambil menghasilkan energi.

1905
Albert Einstein, pegawai paten di Bern, menunjukkan kesetaraan massa dan energi dalam persamaan E=mc, sebagai bagian dari Teori Kenisbian relativitas khusus. Persamaan ini meramalkan bahwa energi yang amat besar terkunci di dalam materi

1910
Soddy mengusulkan adanya isotop – bentuk unsur yang memiliki sifat-sifat kimia sama tetapi berat atomnya berbeda.

1911
Rutherford, dengan menggunakan partikel alfa, menyelidiki bagian dalam atom dan menemukan intinya yang berat.

1913
Francis Aston, ahli kimia Inggris, secara menyakinkan menunjukkan adanya isotop. Ahli fisika Denmark Niels Bohr mengajukan teorinya berdasarkan apa yang telah ditemukan oleh Rutherford dan teori kuantum ahli fisika Jerman Max Planck.

1919
Rutherford menunjukkan perubahan nitrogen menjadi oksigen dan hidrogen setelah dibentur oleh partikel alfa. Ini adalah reaksi nuklir pertama yang diamati oleh manusia.

1928
Dalam langkah-langkah pertama ke arah pemahaman dasar mengenai kakas nuklir, orang Amerika Edward Condon dan Ronald Gurney dan George Gamow yang lahir di Rusia, dalam penyelidikan tersendiri, menerangkan bagaimana partikel alfa di pancarkan dari inti.

1931
Deuterium, isotop berat hidrogen yang kemudian dipakai dalam bom hidrogen (bom-H) yang pertama, ditemukan ahli kimia Amerika, Harold Urey.

1932
Ahli fisika Inggris John Cockroft dan ahli fisika Irlandia Ernest Walton bekerja sama dalam mengubah litium menjadi inti helium, memakai proton yang dipercepat dengan alat “pemecah atom” sederhana. Ini merupakan pembuktian ekperimental yang pertama terhadap rumus Einstein E=mc2.
Neutron, partikel penyusun atom yang ternyata merupakan kunci ke arah pembelahan inti, ditemukan oleh ahli fisika Inggris James Chadwick.

1933
Irene dan Frederic Joliot-Curie, ahli fisika Perancis, menunjukkan bahwa beberapa atom yang stabil, mengalami reaksi nuklir bila dibentur oleh partikel alfa dan berubah menjadi isotop tak stabil berumur pendek. Inilah keradioaktifan berumur buatan pertama.

1938
Hans Bethe di Amerika Serikat berteori bahwa energi matahari berasal dari reaksi fusi, suatu proses yang memadukan dua inti ringan dan melepaskan energi yang jumlahnya besar. Istilah reaksi yang kini menghasilkan ledakan bom-H.

1939
Otto Hahn dan Fritz Strassmann di Berlin menembaki uranium dengan neutron dan menemukan unsur barium yang lebih ringan sebagai hasil dari reaksi itu, tetapi tidak dapat menjelaskan percobaan munculnya barium tersebut. Pelarian Jerman Otto Frisch dan Lise Metner menjelaskan percobaan Hahn dan Strassmann sebagai fisi – pembelahan suatu inti berat menjadi inti-inti yang lebih ringan, misalnya inti barium, dengan melepaskan banyak energi.

Frederic Jolit-Curie menunjukkan bahwa fisi satu atom uranium oleh satu neutron menghasilkan dua atau tiga neutron bebas. Ini menyarankan kemungkinan reaksi berantai; dalam reaksi ini neutron baru melanjutkan dan memperluas reaksi yang dimulai oleh pembenturan neutron awal. Bohr meramalkan bahwa uranium-235 akan membelah bila ditembak neutron, tetapi U-235 sangat langka.

Albert Einstein di Amerika Serikat pada Lembaga Penelaahan Lanjut memperingatkan Presiden Roosevelt akan bahaya militer dari energi atom.

1940
Para ahli kimia di Universitas California yang dipimpin oleh Glenn Seaborg dan Edwin McMillan menemukan plutonium, hasil penembakan U-238 yang radioaktif, dan pengganti yang baik dari U-235 yang langka. Metode difusi gas untuk memisahkan isotop-isotop uranium dikembangkan di Universitas Kolombia.

1942
Dibawah pengarahan Enrico Fermi reaktor atom pertama dibangun, dan pada tanggal 2 Desember 1942, jam 15.52, berlangsung reaksi berantai pertama dalam proyek yang diprakarsai dan dikoordinasi oleh Arthur H. Compton.
Suatu program atom militer A.S dengan nama sandi Proyek Manhattan, dibentuk dibawah pimpnan Mayor Jenderal Leslie R.

Groves. Di Oak Ridge, Tennessee, spektrometer massa dipergunakan untuk memproduksi U-235 murni, di bawah pengarahan Ernest O.Lawrence. Pembangunan laboratorium bom atom dimulai di Los Alamos, New Mexico, di bawah pengarahan J. Robert Oppenheimer.

1943
Reaktor-reaktor dibangun di Hanford, Washington, untuk memproduksi plutonium.

1945

Bom atom pertama diletuskan di Alamogordo, New Mexico, Senin 16 Juli. Bom atom pertama menghancurkan Hiroshima, Jumat 6 Agustus. Nagasaki menjadi sasaran kedua pada tanggal 9 Agustus.

1949
Uni Soviet meledakkan bom atom pertama mereka.

1950
Presiden Harry S. Truman pada tanggal 31 Januari mengumumkan bahwa ia telah merestui Komisi Tenaga Atom untuk melanjutkan pengembangan bom-H.

1952
Bom atom Inggris pertama diledakkan pada tanggal 3 Oktober di Pulau Monte Bello di lepas pantai Australia. Ledakan uji coba bom-H A.S. Yang pertama terjadi dekat Atol Eniwetok di Pasifik, pada tanggal 1 November.

1953
Dalam bulan Agustus Uni Soviet meledakkan bom-H 1954.

1954

USS Nautilus, kapal selam atom pertama diluncurkan.

1956

Reaktor pertama menghasilkan tenaga listrik mulai bekerja di Calder Hall, Inggris.

1957

Reaktor Shippingport, pembangkit listrik tenaga atom pertama di A.S mulai beroperasi.
1959.
Uji coba reaktor atom kecil yang pertama – KiwiA-untuk penggunaan dalam roket terjadi di lokasi pengujian Nevada.

1960

Perancis meledakkan bom atom dalam uji coba di Sahara.

1961
Uni Soviet melakukan uji coba bom-H terbesar (55 sampai 60 megaton) di pulau daerah kutub Novaya Zemlya. A.S. Memulai Proyek Mata Bajak, serentetan percobaan ledakan nuklir skala besar untuk maksud-maksud damai seperti misalnya pembuatan terusan.

1962
A.S. Meledakkan bom-H dari roket Thor dan menciptakan suatu zona radiasi buatan manusia. Perjalanan perdana kapal nuklir Savannah A.S., Kapal dagang bertenaga atom yang pertama.

Reaksi Nuklir
Reaksi Nuklir Fisi
Reaksi Nuklir Fisi adalah proses pembelahan inti menjadi atom-atom yang lebih kecil dan disertai dengan pelepasan energi dan neutron. Jika neutron ini ditangkap oleh inti atom lainnya yang tidak stabil , makan inti tersebut akan membelah juga, memicu reaksi berantai. Jika jumlah rata-rata neutron yang diepaskan per inti atom yang melakukan fisi ke inti atom lain disimbolkan dengan k, maka nilai k yang lebih besar dari 1 menunjukkan bahwa reaksi fisi melepaskan lebih banyak neutron dari pada jumlah yang diserap, sehingga dapat dikatakan bahwa reaksi ini dapat berdiri sendiri. Massa minimum dari suatu material fisi yang mampu melakukan reaksi fisi berantai yang dapat berdiri sendiri dinamakan massa kritis.

Ketika neutron ditangkap oleh inti atom yang tepat, fisi akan terjadi dengan segera, atau inti atom akan berada dalam kondisi yang tidak stabil dalam waktu yang singkat. Ketika ditemukan pada masa Perang Dunia II, hal ini memicu beberapa negara untuk memulai program penelitian mengenai kemungkinan membuat bom atom, sebuah senjata yang menggunakan reaksi fisi untuk menghasilkan energi yang sangat besar, jauh melebihi peledak kimiawi (TNT, dsb). Proyek Manhattan, dijalankan oleh Amerika Serikat dengan bantuan Inggris dan Kanada, mengembangkan senjata fisi yang digunakan untuk melawan Jepang di tahun 1945. Selama proyek tersebut, reaktor fisi pertama dikembangkan, meski awalnya digunakan hanya untuk pembuatan senjata dan bukan untuk menghasilkan listrik untuk masyarakat.

Namun, jika neutron yang digunakan dalam reaksi fisi dapat dikendalikan, misalnya dengan bahan penyerap neutron, dan kondisi tersebut masih menjadikan massa material nuklir berstatus kritis, maka reaksi fisi dapat dikendalikan. Hal inilah yang yang mendasari prinsip kerja reaktor nuklir. Neutron bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi, untuk mengendalikan neutro agar tidak berekasi dengan inti yang lain, maka neutron harus diperlambat dengan menggunakan bahan penyerap neutron sebelum akhirnya mereka bisa dengan mudah ditangkap. Saat ini, metode seperti ini umum digunakan untuk menghasilkan listrik.

Reaksi Nuklir Fusi
Jika dua inti atom bertabrakan, terdapat kemungkinan terjadi reaksi nuklir fusi. Proses ini akan melepas atau menyerap energi. Jika inti atom hasil tabrakan lebih ringan dari besi, maka pada umumnya rekasi nuklir fusi akan melepaskan energi, namun jika inti atom hasil tabrakan lebih berat dari besi, maka pada umumnya reaksi nuklir fusi akan menyerap energi. Proses reaksi nuklir fusi yang paling sering terjadi adalah pada bintang, energi reaksi nuklir fusi yang terjadi pada bintang dihasilkan dari rekasi nuklir fusi hidrogen dan menghasilkan helium. Dari reaksi nuklir fusi, bintang-bintang juga membentuk unsur unsur ringan seperti lithium dan kalsium melalui stellar nucleosynthesis.

Proses alami dari astrofisika ini bukanlah contoh dari teknologi nuklir. Karena daya dorong energi yang tinggi dari inti atom, fusi sulit untuk dilakukan dalam keadaan terkendali (contoh: bom hidrogen). Fusi terkontrol bisa dilakukan dalam akselerator partikel, yang merupakan suatu system bagaimana unsur sintetis dibuat. Kesulitan teknis dan teoritis menghalangi pengembangan teknologi fusi nuklir untuk kepentingan sipil, meski penelitian mengenai teknologi ini di seluruh dunia terus berlanjut sampai sekarang.

Fusi nuklir secara teoritis mulai diteliti ketika Perang Dunia II, ketika para peneliti Proyek Manhattan yang dipimpin oleh Edward Teller menelitinya sebagai metode pembuatan bom. Proyek ini ditinggalkan setelah menyimpulkan bahwa hal ini memerlukan reaksi fisi untuk mengaktifkan bom hidrogen. Hal ini terus terjadi hingga pada tahun 1952, peledakkan bom hidrogen pertama dilakukan. Disebut bom hidrogen karena memanfaatkan reaksi antara deuterium dan tritium, isotop dari hidrogen. Reaksi fusi menghasilkan energi lebih besar per satuan massa material dibandingkan reaksi fisi, namun lebih sulit menjadikannya bereaksi secara berantai.

Penggunaan Nuklir
Energi nuklir
Energi nuklir adalah tipe teknologi nuklir yang melibatkan penggunaan tekendali dari reaksi fisi nuklir untuk melepaskan energi, termasuk propulsi, panas, dan pembangkitan energi listrik. Energi nuklir diproduksi oleh reaksi nuklir terkendali yang menciptakan panas yang lalu digunakan untuk memanaskan air, memproduksi uap, dan mengendalikan turbin uap. Turbin ini digunakan untuk menghasilkan energi listrik dan/atau melakukan pekerjaan mekanis. Lihat teknologi reaktor nuklir. Saat ini, energi nuklir digunakan untuk menggerakkan kapal induk, kapal pemecah es, dan kapal selam, selain itu ada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Terapung.


Aplikasi medis
Aplikasi medis dari teknologi nuklir dibagi menjadi diagnosis dan terapi radiasi, perawatan yang efektif bagi penderita kanker. Pencitraan (sinar X dan sebagainya), penggunaan Teknesium untuk diberikan pada molekul organik, pencarian jejak radioaktif dalam tubuh sebelum diekskresikan oleh ginjal, dan lain-lain.

Aplikasi industri
Pada eksplorasi minyak dan gas, penggunaan teknologi nuklir berguna untuk menentukan sifat dari bebatuan sekitar seperti porositas dan litografi. Teknologi ini melibatkan penggunaan neutron atau sumber energi sinar gamma dan detektor radiasi yang ditanam dalam bebatuan yang akan diperiksa. Pada konstruksi jalan, pengukur kelembaban dan kepadatan yang menggunakan nuklir digunakan untuk mengukur kepadatan tanah, aspal, dan beton. Biasanya digunakan cesium-137 sebagai sumber energi nuklirnya.

Aplikasi komersial
Ionisasi dari americium-241 digunakan pada detektor asap dengan memanfaatkan radiasi alfa. Tritium digunakan bersama fosfor pada rifle untuk meningkatkan akurasi penembakan pada malam hari. Perpendaran tanda “exit” menggunakan teknologi yang sama.

Pemrosesan makanan dan pertanian
Irradiasi makanan adalah proses memaparkan makanan dengan ionisasi radiasi dengan tujuan menghancurkan mikroorganisme, bakteri, virus, atau serangga yang diperkirakan berada dalam makanan. Jenis radiasi yang digunakan adalah sinar gamma, sinar X, dan elektron yang dikeluarkan oleh pemercepat elektron. Aplikasi lainnya yaitu pencegahan proses pertunasan, penghambat pemasakan buah, peningkatan hasil daging buah, dan peningkatan rehidrasi. Secara garis besar, irradiasi adalah pemaparan suatu bahan ke radiasi untuk mendapatkan manfaat teknis. Teknik seperti ini juga digunakan pada peralatan medis, plastic, tuba untuk jalur pipa gas, saluran untuk penghangat lantai, lembaran untuk pengemas makanan, bagian-bagian otomotif, kabel, ban, dan bahkan batu perhiasan.

Efek utama dalam pemrosesan makanan dengan menggunakan ionisasi radiasi berhubungan dengan kerusakan DNA, informasi dasar kehidupan. Mikroorganisme tidak mampu lagi berkembang biak dan melanjutkan aktivitas mereka. Serangga tidak akan selamat dan menjadi tidak mampu berkembang. Tanaman tidak mampu melanjutkan proses pematangan buah dan penuaan. Semua efek ini menguntungkan bagi konsumen dan industri makanan.

Keuntungan pemrosesan makanan dengan ionisasi radiasi adalah, densitas energi per transisi atom sangat tinggi dan mampu membelah molekul dan menginduksi ionisasi (tercermin pada nama metodenya) yang tidak dapat dilakukan dengan pemanasan biasa. Ini adalah alasan untuk efek yang menguntungkan, dan di saat yang sama, menimbulkan kekhawatiran. Perlakuan bahan makanan solid dengan radiasi ionisasi dapat menciptakan efek yang sama dengan pasteurisasi bahan makanan cair seperti susu. Namun, penggunaan istilah pasteurisasi dingin dan iradiasi dalah proses yang berbeda, meski bertujuan dan memberikan hasil yang sama pada beberapa kasus. Iradiasi makanan saat ini diizinkan di 40 negara dan volumenya diperkirakan melebihi 500.000 metrik ton setiap tahunnya di seluruh dunia.



Referensi: